Pindah dan bekerja di Jepang bukan cuma soal gaji, tapi juga soal adaptasi terhadap kehidupan sehari hari yang cukup berbeda dari Indonesia. Berikut gambaran umum yang perlu kamu siapkan sebagai pekerja SSW.
Biaya Hidup di Jepang
Biaya hidup bervariasi tergantung kota. Di kota besar seperti Tokyo atau Osaka, biaya sewa dan makan cenderung lebih tinggi dibanding daerah pedesaan tempat banyak sektor pertanian, peternakan, dan perikanan beroperasi. Sebagai gambaran kasar, biaya hidup bulanan (sewa, makan, transportasi, listrik) untuk pekerja lajang bisa berkisar 60.000 sampai 100.000 yen di luar kota besar.
Tempat Tinggal
Banyak perusahaan penerima SSW menyediakan asrama atau apartemen khusus pekerja asing, biasanya dengan potongan sewa langsung dari gaji. Ini cukup membantu terutama di bulan bulan awal karena kamu tidak perlu repot mengurus kontrak sewa sendiri yang biasanya butuh deposit besar dan penjamin (hoshounin) di Jepang.
Budaya Kerja di Jepang
Beberapa hal budaya kerja yang penting dipahami sejak awal:
- Ketepatan waktu (jikan genshu) sangat dijunjung tinggi, datang lebih awal dianggap lebih baik daripada tepat waktu.
- Laporan, kontak, konsultasi (hourenso) menjadi budaya komunikasi standar di tempat kerja Jepang, jadi biasakan selalu melapor progres kerja.
- Kebersihan dan kerapian (seiketsu, seiri, seiton) jadi standar hampir di semua sektor kerja, termasuk peternakan dan pengolahan makanan.
- Hierarki senior junior (senpai kohai) masih cukup kental, jadi penting menjaga sopan santun terhadap rekan kerja yang lebih senior.
Tips Beradaptasi Lebih Cepat
Pelajari istilah kerja sehari hari sesuai sektor sebelum berangkat, bergabung dengan komunitas pekerja Indonesia di Jepang untuk saling berbagi informasi, dan jangan ragu bertanya ke atasan atau rekan kerja Jepang kalau ada hal yang kurang dipahami. Semakin cepat kamu memahami budaya kerja setempat, semakin nyaman juga masa kerja SSW kamu di sana.